Friday, June 15, 2007

Rindu Ayah



Bersimpuh aku di pusara ayah
kemboja putih kutaburi
al Fatihah kukirim
bersama siraman air mawar.


Sunyinya hidup tanpa ayah
penunjuk jalan pengingat alpaku
bimbingan ayah tidak mungkin
kulupa walau jasad bercerai roh.


Ayah...
tiba-tiba sahaja aku merinduimu
ingin sekali kucium tanganmu
yang begitu banyak berkorban
untukku.


Ayah....
Terimakah titipanku?
yang kukirim saban waktu
istimewa dan khusus untuk
ayah seorang.


Ayah...
berbahagialah di sana
bersama teman-teman
yang pastinya baik-baik
seperti ayah.


Ayah....
selayaknya ayah bersama-sama mereka
yang menjadi kesayangan Allah
yang menjadi kekasih Allah.


Tuhan...
limpahlah rahmat
bersama barakahMu
kepada dia
ayah yang kukasih.


Tuhan...
layakkah aku
bersama ayah dan teman-temannya
di tempat bahagia yang
dilimpahi rahmat dan barakah
sepanjang masa itu?

Thursday, June 14, 2007

Ku di sini Kau di sana

Hari ke hari
Kutunggu dan tunggu
Menunggu penuh harap
Satu pertemuan.

Di pagi indah
Mentari mengintai di balik jendela
Tersenyum menyapa
Sudah tibakah orang ditunggu?

Di manakah dikau teman
Saban hari tidak jemu
Kutunggu dan menanti
Tiada upayaku mencari.

Terdampar aku di sini
Hanya mampu meluah rasa
Bersama langkah-langkah sepi
Jauhnya kini dikau berada.

Sesekali rindu menerjah
Hatiku mula resah
Namun kutahu sudah
Semua ini kehendak Allah

Hari-hari terus berlalu
Dikau di sana aku di sini
Meneruskan suatu perjalanan
Menuju ke satu destinasi.

Di situ kita pasti
Bertemu dan bercerita
Kisah-kisah indah
Saling melepas rindu gelora.



Tuesday, June 5, 2007

Nenda ez

Pulang ke kampung halaman minggu lepas, bertemu sanak saudara kaum kerabat. Terubat rindu menatap wajah ibu yang semakin dimamah usia. Namun masih mampu mengukir senyum di bibir keringnya menyambut kepulangan kami....

Betapa ku rangkul sekujur jasad lemah ibu
Bersama genangan pilu
Lemahnya ibu tidak berdaya
Mengatur langkah walau setapak

Oh Tuhan yang Maha Mendengar
Inilah ibu yang melahirkanku
Membesar dan mendidikku
Kasihanilah ibu, sejahterakanlah dia...

Pulang kampung kali ini juga saya dianugerah dengan satu gelaran. NENDA gelarannya! Hmm nampaknya mulai hari ini seharusnya saya dipanggil dengan gelaran itu sebagai tanda menghormati anugerah gelaran yang diberi oleh orang yang memberi. Jika tidak apa gunanya gelaran itu diberi sekiranya tidak digunakan(hehehe berbelit-belit). Gelaran nenda ez itu sempena sepupu saya mendapat cucu.

Sesuatu yang amat bermakna di hari genapnya usia ke 45 di 1hb jun itu. Bertambah usia ibarat berada di waktu senja kini. Merenung wajah dada langit di ufuk barat yang kemerahan berbalang-balang kesuraman melepaskan mentari pergi dan kembali berseri-seri ia menyambut kedatangan malam yang bergemerlapan dengan kerlipan bintang-bintang mengelilingi bulan terang. Indah itu sentiasa berada di mana-mana...selagi hati dekat kepadaNya.

Masih banyak yang ingin dilakukan dan tidak perlu membuat alasan itu dan ini bagi menangguhkannya. Masa semakin singkat!

Ya Tuhan! Limpahi rahmatMu ke atas hambaMu ini...


Monday, June 4, 2007

The Stripes of Rainbow


I’m sitting at the end of the world
Weaving stripes of rainbow
Tilting my head towards the sky
Blue clouds marching in procession again

I smile as I weave
The colourful stripes
Trace of rain drops
Absorbed by the dry and thirsty earth

How could love exist
When the heart is parched
And the world, under delusion
When love flies away

Let’s share the taste of love
Contribute love of life
To cherish affection, to nurture love
To be far away but near

Stripes of rainbow woven
Spread out like a beautiful mat
Waiting for your arrival
While pondering the grandness of nature

Beautiful world coloured by the rainbow
Green earth under the light of
the radiant blissful ray
Greeting and yearning for nature.
Puisi asal ez: Jalur-jalur Pelangi
Aku bersimpuh di hujung dunia
Menganyam jaluran warna-warna pelangi
Sambil mendongak ke langit cerah
Awan biru berarak kembali

Aku tersenyum menyiap anyaman
Jalur-jalur warna pelangi
Basah titis hujan masih terasa
Diserap bumi yang kering kehausan

Betapa mungkin ada cinta
Pabila hati tandus melata
Keringlah alam harulah maya
Pabila cinta membawa diri

Mari bersama berkongsi rasa
Hidup saling menyumbang cinta
Membelai kasih memupuk sayang
Walau kita saling berjauhan

Jalur-jalur pelangi siap dianyam
Terbentang indah bagai hamparan
Menanti saat tibamu bersemayam
Sambil merenung hebatnya alam

Indahnya alam diwarna pelangi
Bumi menghijau di bawah terik
Sinar mentari memancar bahagia
Memberi salam menyebar rindu