
Kemboja putih ku taburi
Ke dada pusara abah dicintai
Bersama doa dan Al Fatihah ku iringi
Tenanglah abah….dikau bersemadi……
Pergimu tiada yang dapat menghalangi
Seakannya sudah ditunggu-tunggui
Betapa abah bersiap diri
Berwuduk dan membersih diri
Tersimpuh abah menyandar diri
Akur panggilan malaikat Ilahi
Izrail tak mungkin cuai maupun lalai
Laksana tugasan arahan Ilahi Rabbi
Tangan abah layu terkulai
Jasad suci akur sendiri
Betapa roh bercerai diri
Menuju kepada Allah ya Rabbi
Perginya abah ditangisi
Segenap yang pernah menemani
Suka duka hidup abah tempuhi
Teman taulan, apatah lagi anak isteri
Jasad abah terus dimandi dikapani
Wajah abah berseri-seri
Seolah gembira sekali untuk segera pergi
Air mata kehilanganmu sukar dihenti
Betapa kini…abah tiada lagi di sisi
Namun setiap tutur yang dipesani
Ku semat kuat dalam hati
"..biarlah hidup itu hidup yang membawa erti….. "
No comments:
Post a Comment